Home Sitemap Hubungi Kami Login


 Kamis, 17 April 2014
Binapenta.go.id : Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja


INFORMASI :Segera!!! Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) Tahun 2011 di Surabaya, 20 - 22 Januari 2010
Infokerja e-Reporting Info PTA Publikasi
Infokerja Informasi Tenaga Kerja Tenaga Kerja Asing Berita, acara, peristiwa
   Padat Karya
 Tujuan  Padat Karya

Kegiatan Padat Karya Produktif dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka membangun ekonomi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat usaha produktif dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi sederhana yang tersedia yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat  pedesaan dan memperluasan kesempatan kerja.

 Sasaran Padat Karya

Mengacu kepada hal-hal tersebut diatas dan berdasarkan dengan prinsip-prinsip padat karya, maka hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan Padat Karya Produktif antara lain adalah sebagai berikut :

  • Pelaksanaan program dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip / standar padat karya produktifyang telah ditetapkan.
  • Hasil yang dicapai merupakan pengembangan jenis komoditi yang memiliki potensi pasar yang baik dan terus berkembang.
  • Terciptanya masyarakat yang berwawasan dan beraspirasi kewirausahaan dan kemandirian, sehingga menjadi masyarakat yang produktif.
  • Sumberdaya alam terkelola secara maksimal menjadi kegiatan ekonomi unggulan daerah setempat.
  • Masyarakat memiliki kemampuan untuk berkompetisi dalam mengembangkan dan mengelola potensi sumberdaya lokal.
  • Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat, karena  mengikutsertakan masyarakat langsung dalam proses pengelolaan sumberdaya lokal.  
 Hasil Yang Diharapkan Padat Karya

Mengacu kepada hal-hal tersebut diatas dan berdasarkan dengan prinsip-prinsip padat karya, maka hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan Padat Karya Produktif antara lain adalah sebagai berikut :

  • Pelaksanaan program dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip / standar padat karya produktifyang telah ditetapkan.
  • Hasil yang dicapai merupakan pengembangan jenis komoditi yang memiliki potensi pasar yang baik dan terus berkembang.
  • Terciptanya masyarakat yang berwawasan dan beraspirasi kewirausahaan dan kemandirian, sehingga menjadi masyarakat yang produktif.
  • Sumberdaya alam terkelola secara maksimal menjadi kegiatan ekonomi unggulan daerah setempat.
  • Masyarakat memiliki kemampuan untuk berkompetisi dalam mengembangkan dan mengelola potensi sumberdaya lokal.
  • Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat, karena mengikutsertakan masyarakat langsung dalam proses pengelolaan sumberdaya lokal.

 

 Jenis Kegiatan Padat Karya Produktif  Padat Karya

Jenis-jenis usaha yang dapat dikembangkan dalam kegiatan Padat Karya Produktif lebih berorientasi pada kegiatan usaha yang bersifat ekonomi produktif dan berkelanjutan seperti:
a.    Usaha-usaha di sektor pertanian, sub sektor tanaman pangan dan holtikultura, antara lain; budi daya padi, jagung, cabe, kentang dan buah-buahan.
b.    Usaha-usaha di sektor pertanian, sub sektor peternakan, antara lain; penggemukan sapi, kambing, peternakan ayam potong dan petelor.
c.    Usaha-usaha di sektor pertanian, sub sektor perikanan, antara lain; pembenihan udang, budi daya rumput laut, kolam ikan, tambak dan kerambah.
d.    Dibidang usaha industri kecil, antara lain; pembakaran gamping, batu bata, batako dan pembuatan keramik.
e.    Sarana penunjang ekonomi rakyat, seperti; pasar pedesaan, embung (penampungan air di musim hujan) dan waduk. 
Jenis-jenis usaha yang dapat dikembangkan dalam kegiatan Padat Karya Produktif lebih berorientasi pada kegiatan usaha yang bersifat ekonomi produktif dan berkelanjutan seperti:
a.    Usaha-usaha di sektor pertanian, sub sektor tanaman pangan dan holtikultura, antara lain; budi daya padi, jagung, cabe, kentang dan buah-buahan.
b.    Usaha-usaha di sektor pertanian, sub sektor peternakan, antara lain; penggemukan sapi, kambing, peternakan ayam potong dan petelor.
c.    Usaha-usaha di sektor pertanian, sub sektor perikanan, antara lain; pembenihan udang, budi daya rumput laut, kolam ikan, tambak dan kerambah.
d.    Dibidang usaha industri kecil, antara lain; pembakaran gamping, batu bata, batako dan pembuatan keramik.
e.    Sarana penunjang ekonomi rakyat, seperti; pasar pedesaan, embung (penampungan air di musim hujan) dan waduk.

 
Direktorat